( Till the end of Time )
I’VE
NEVER SAID THIS BEFORE
TO TELL YOU THE TRUTH. I FELT MY HEART BEATING ON THE DAY
SINCE THE BEGINNING I KNEW
I WASN’T SURE BUT I FELT LIKE OUR FATE WAS ALREADY DECIDED
LOVE IS COMING TO ME
IT LEADS ME TOWARD YOU
I FEELS LIKE A DREAM THAT I’IL NEVER WAKE UP FROM
IT REALY SEEMS LIKE A DREAM
THANK YOU FOR COMING TO ME
TO TELL YOU THE TRUTH. I FELT MY HEART BEATING ON THE DAY
SINCE THE BEGINNING I KNEW
I WASN’T SURE BUT I FELT LIKE OUR FATE WAS ALREADY DECIDED
LOVE IS COMING TO ME
IT LEADS ME TOWARD YOU
I FEELS LIKE A DREAM THAT I’IL NEVER WAKE UP FROM
IT REALY SEEMS LIKE A DREAM
THANK YOU FOR COMING TO ME
---
Rae-hee hanya terpaku didepan ruangan
yang tak sering disinggahi oleh pemiliknya. Walaupun selama lima belas menit
terakhir kesepuluh jarinya dengan kuat memengang ponsel, ia bahkan sama sekali
tidak menggerakkan jemari untuk memainkannya.
Ia
diam. Pandangannya kosong tidak ada yang dipikirkan olehnya melainkan terbuai
dengan lamunan dan berharap si pemilik ruangan itu segera datang untuk memenuhi
janjinya. Perasaan cemas perihal apa yang mereka bicarakan tadi dengan begitu
mudah hinggap dalam hatinya. Apalagi sudah lebih dari sejam ia menunggu
kekasihnya yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.
Rae-hee menghela napasnya berat. Ia
tau kalau seharusnya ia tidak lagi berhubungan dengan ji-young. Tapi pria yang
bernama lengkap park ji-young ini tetap bersikeras mempertahankan hubungan
mereka. Joung-hyun ayahnya ji-young telah beberapa kali melarang anaknya itu
untuk bertemu dengan Rae-hee, namun upaya yang dilakukannya tidak memberikan
kesulitan untuk ji-young.
Rae-hee
mulai mengubah posisi duduknya, merebahkan kepalanya kedinding dengan
sedikit memiringkan badan dan duduk
bersilaan. Kegelisahan sangat terpampang di raut wajahnya. Ia menutup matanya,
dan lagi-lagi menghelakan napas. Sesak.
Ia
terkesiap saat melihat ada yang datang. Bola matanya mulai mengayun kesana
kemari untuk memastikan ia tidak salah melihat. Setelah yakin dengan apa yang
dilihatanya , ia mulai focus pada satu titik pandang yaitu park ji-young yang
telah lama ditunggunya. Rae-hee berdiri menandakan ia sudah tidak sabar untuk
bertemu dengan kekasihnya itu. Tatanan rambutnya yang mulai kusut ia rapikan
kembali agar tidak terlihat lusuh didepan park ji-young. Begitu besar rasa
rindu yang selama ini ia pendam, namun baru sekarang ia bisa memuncahkan semuanya.
Seperti berada diambang mimpi baginya saat bisa kembali bertemu dengan ji-young
setelah 1 tahun terpisah dikarenakan ji-young yang harus melanjutkan
pendidikannya di luar negeri.
Ji-young
dengan santai melangkahkan kakinya mendekati Rae-hee. Matanya tajam menatap
Rae-hee yang sekarang berdiri tepat dihadapannya. Ada rasa senang, sedih, duka,
dan bahkan tak rela dalam benak ji-young. Dimana ia harus menyampaikan sebuah
kabar kepada Rae-hee yang bisa membuat gadis itu sakit dan bahkan membenci
dirinya setelah itu.
Rae-hee
berdeham hingga membuat ji-young tersadar dari lamunannya. Rae-hee mulai
melihat ji-young yang hanya terdiam semenjak ia menginjakkan kaki di depan
apartemen yang telah lama ditinggalkan.
“ apakah kau tidak senang untuk
bertemu denganku lagi, ji-young ya?” decaknya sebal yang hanya mendapat gumanan
maaf dari sang kekasih .
Rae-hee mengernyit. Nada suara dinaikkan olehnya yang sedikit membuat lamunan ji-young terguncah. “ ji-young ya.. kau baik-baik saja?” Tanya kemudian, melupakan kekesalan karena terlalu lama menunggu kekasihnya itu.
Rae-hee mengernyit. Nada suara dinaikkan olehnya yang sedikit membuat lamunan ji-young terguncah. “ ji-young ya.. kau baik-baik saja?” Tanya kemudian, melupakan kekesalan karena terlalu lama menunggu kekasihnya itu.
“ya
aku baik-baik saja. Bagaimana dengan keadaanmu? Ji-young mulai angkat bicara
setelah lama ia diam membisu. Awalnya ji-young sedikit ragu dengan isu yang ia
dengar dari beberapa teman dekatnya. Tetapi semua itu berubah dari keraguaan
menjadi kepastian.
Rae-hee
seketika itu diam membisu perihal apa yang ditanyakan oleh ji-young kepadanya.
Buliran bening mulai mengeruyak dari kelopak matanya. Beberapa kata pun mulai mengalun
indah dari bibirnya. “ ji-young oppa, semenjak kepergianmu aku merasa kehidupanku sudah berada di titik
akhir, aku merasa cemas dan khawatir untuk menjalankan rutinitasku. Terlebih
semenjak appamu mulai memata-matai semua yang menyangkut dengan diriku. Ia
bahhkan sempat mengancamku jika aku terus berhubungan denganmu… “. Ji-young
seketika itu shock dengan apa yang diutarakan oleh rae-hee. ia tidak rela
melihat air mata yang keluar dari kelopak mata Rae-hee. Ia sepontan meletakkan
tangannya di atas bahu gadis itu dan mulai menarik gadis itu kedalam
pelukannya.
TO BE CONTINUED !!!
TO BE CONTINUED !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar