Kamis, 11 Desember 2014

Belajar Bahasa Korea



아주 맑은 아침. 나는 내부 소리가 진심으로 보게 될 것이다. 또한 침대 나 자신과 다른 일을 단장하는 나의 잘못된 방법입니다. 루틴은 일반적으로 수평선에서 수평선을 쫓았 다. 그 때마다 먹을 불행하게도 포기하면 맛있는 식사를 같이하기 때문에 모든 너무 빨리 갔다. 예배에서 독실한로 나는 아직도 그것이 얼마나 바쁜에도 불구하고 종교 문제에 시간을 보내고 잊지 않을 것입니다. 나는이 기숙 학교에 갔을 때 내가 그녀를 처음 실행하는 것은 쉬운 일이 아니다. 하지만 시간이 지남에, 왜 안. 대신에 나는 매우 기쁘게 생각하고 내가이 땅에 발을 설정하지 않으면 후회한다. 내가 모두가 나의 여행을 완료해야하며 어떻게 든 밖으로 도달 할 수 없다는 것입니다. 나는 모든 당사자에 의해 주어진 지원에 매우 감사하고 내가 그들 모두를 사랑합니다. 우리가 그것을 가지고 판단하는 경우 희망은 눈에 띄는 성과이다. 또한 작은 것보다 정기적으로하고있다 생물이있다. 항상 충실 어쨌든 저를 훈련하는 부모님 덕분이야. 내 인생에서 할 모든 것이 부모님을 기쁘게합니다. 내가 태어난 결코 후회하지 않을하지만 빨리 나는 그것을 삭제하고 내 인생을 다시 잘 수 변경하려고 생각했다.

aju malg-eun achim . naneun naebu soliga jinsim-eulo boge doel geos-ida . ttohan chimdae na jasingwa daleun il-eul danjang haneun naui jalmosdoen bangbeob-ibnida. lutin eun ilbanjeog-eulo supyeongseon eseo supyeongseon-eul jjoch-ass da . geu ttaemada meog-eul bulhaenghagedo pogi hamyeon mas-issneun sigsaleul gat-i hagi ttaemun-e modeun neomu ppalli gassda . yebae eseo dogsilhan lo naneun ajigdo geugeos-i eolmana bappeun edo bulguhago jong-gyo munjee sigan-eul bonaego ij-ji anh-eul geos-ibnida . naneun-i gisug haggyo e gass-eul ttae naega geunyeo leul cheoeum silhaeng haneun geos-eun swiun il-i anida . hajiman sigan-i jinam-e , wae an . daesin-e naneun maeu gippeuge saeng-gag hago naega i ttang e bal eul seoljeonghaji anh-eumyeon huhoe handa. naega modu ga naui yeohaeng eul wanlyo haeyahamyeo eotteohge deun bakk-eulo dodal hal su eobsdaneun geos-ibnida . naneun modeun dangsaja e uihae jueojin jiwon-e maeu gamsa hago naega geudeul moduleul salanghabnida. uliga geugeos-eul gajigo pandan haneun gyeong-u huimang-eun nun-e ttuineun seong-gwaida . ttohan jag-eun geosboda jeong-gijeog-eulo hagoissda saengmul iissda. hangsang chungsil eojjaessdeun jeoleul hunlyeonhaneun bumonim deogbun iya . nae insaeng eseo hal modeun geos-i bumonim eul gippeuge habnida . naega taeeonan gyeolko huhoehaji anh-eul hajiman ppalli naneun geugeos-eul sagjehago nae insaeng-eul dasi jal su byeongyeonghalyeogo saeng-gaghaessda.

Kesalahan Itu



Hembusan angin dimusim gugur  berayun senada gemerlap langit. Helai demi helai lembaran kehidupan dilaluinya dengan lembut dan ringan. Hingga suatu saat tangisan seorang bayi terdengar nyaring ditelingnya yang membuatnya terpaksa berhenti sejenak dari beban pikul yang ia lakoni dalam keseharian walaupun hanya seulas senyuman yang terpancar kala itu.
            Jajaran tapak demi tapak bergelenggu membalut hawa nafsu yang terpecah belah. Namun, buliran itu tidak sekalipun di tampakkannya di hadapan buah cintanya. Menurutnya, kesedihan dalam bentuk apapun akan terganti dengan sendirinya saat ia melihat anaknya itu.
            Syahdu seorang gadis dari desa daegu. Kampung halaman yang amat dicintainya itu menikmati hidup dengan keikhlasan yang teramat dalam.
 Ia hanya hidup dengan seorang perempuan yang sudah renta. Ya.. perempuan itu adalah seorang wanita kuat dan sangat bijaksana  yang ia panggil “ IBU “.

“Ibu… syahdu hendak kepasar dulu?” Pintanya kepada sang ibu.
“Jangan nak, jangan tinggalkan ibu sendiri.”Jawab wanita itu dengan penuh ketakutan.
“Ibu, kenapa aku tidak boleh pergi. Aku ke sana hanya untuk membeli beberapa bahan untuk memasak.” Ujarnya lagi.
Tidak.. ibu tidak mau kau pergi lagi sudah cukup sekali..
Maksud ibu?
Selama ini endah wanita yang dipanggil ibu oleh seorang gadis yang bernama syahdu, menyimpan rasa kegundahannya sendiri pasalnya ia telah beberapa kali bermimpi anaknya meninggal .  
Ia mencoba menenangkan dirinya melawan halusinasi mimpi yang berkoar-koar dalam beberapa hari. Namun 
Ibu…
syahdu memangil ibunya untuk beberapa kali sampai saat dimana ia memanggil ibunya dengan nada yang agak dikeraskan.
Ibu…. Ibu…. Ibu….
Ohh.. Ibunya seraya tersentak dengan panggilan itu.
Ibu.. ceritakan pada syahdu apa yang sebenarnya terjadi?
Tidak anakku.. ibu hanya tidak mau kau jauh dari ibu.
Ibu.. aku akan pergi 5 menit sajakan. Jadi kenapa ibu berbicara begitu.
Kini ibunya hanya bisa pasrah ia merelakan putrinya pergi untuk beberapa saat. Hatinya sedikit berat saat gadis itu  telah menghilang didepan matanya.
ia berjalan menuju rumah yang telah sedikit using dimakan usia. Sebuah tempat teduh yang memancarkan kadamaian yang sangat tentram dalam hatinya. Sedih.. ya sedihlah yang kini merasuki jiwanya.
Matanya sembab.. ia merasakan hal yang tidak biasa. Tubuh tegarnya kini bertengger didekat parapian. Ia bersikukuh untuk menompang tubuhnya. Namun, tidaklah mudah.
Pemandangan sekitar mulai buram. Ia menangis terus tersendu dengan ahwatnya sampai cahaya menghilang dalam tak berbekas.
                                                            ……………….
1 jam kemudian.
Syahdu tiba didepan rumahnya dengan wajah yang ceria. Secara tak sengaja ia melihat kumpulan orang yang sedang mengerumuni rumahnya.
Apa yang terjadi.. ucapnya binggung.
Detak jantungnya berdegup kencang tak karuan. Ia geregetan dengan kesalahannya. Ia takut akan terjadi sessuatu dengan ibunya. Ia tundukan kepalanya menyatakan dirinya telah bersalah meninggalkan ibu lebih dari 5 menit.
Seseorang berlari dari luar rumah itu dan berjalan menuju ke syahdu. Wajahnya tidak beraturan dengan hentakan yang kecapean.
Kak syahdu…
Ada apa? Kenapa wajahmu pucat mei?
Kak syahdu.. ibu,,?
Kenapa dengan ibu? Ayo jelaskan dan kenapa orang-orang itu mengintari rumahku?
kenapa diam ayo jawab?
Ibu kakak udah meninggal.
Hati syahdu terhenyak. Wajahnya pucat. Ia merasa sangat bersalah. Kakinya sudah tak kuat menahan beban hingga ia tersimpuh dengan mudahnya di atas permukaan bumi.
Penyesalan yang teramat dalam tak dapat diobatinya. Seandainya aku mendengar kata ibu tadi. Pasti ibu masih ada.. ya ALLAH..
Syahdu berteriak dalam kebisuan. Sorotan mata kini bergelenggu kehadapannya. Seorang tetangga datang dengan penuh perhatian.
Sudah sudahlah nak.. penyesalanmu tidak akan selesai jika kamu terus begini. Masuklah kedalam lihat jasad ibumu sebelum beliau dikuburkan.
Tidak.. saya tidak sanggup untuk melihat jasa ibu. Itu terlalu menyakitkan. Secara tidak sengaja saya telah menjadi anak durhaka karena telah melanggar janji. Saya tidak sanggup.
Syahdu.. masuklah jangan membuat ibumu semakin sedih dengan kelakuanmu.
Ia berjalan memasuki rumahnya dengan langkah yang  tertatih-tatih. Ia berdiri didepan pintu sejenak sebeluk berlari untuk meringuk tubuh ibunya itu.
Ia meratapi wajah ibunya dengan segala hal yang terus menghantuinya. Ia peluk jasad ibu dengan tangisan yang menandakan ia tidak sanggup menahan beban.
Ibu.. maafkan anakmu yang durhaka ini. Ibu…
Sampai jasad ibunya dikuburkan syahdu masih saja larut dalam penderitaannya. Ia terpukul sungguh sangat terpuku sampai ia tidak sadarkan diri.
.................
Cahaya mulai menyatu lagi dengan bola matanya. Ia masih terpaut akan kesedihan.
Ibuu… ibuu.. maafkan anakmu.. hahaha
Ibu.. tunggu aku, akuakan memasakkanmu masakan terenak hari ini.
Aku akan membedah rumah kita. Ahh ibu bangunlah datang kesini temani aku, aku takut..
Ibu..
Syahdu kehilangan akal sehatnya, ia kini menetap disebuah rumah sakit karena beban sangat berat baginya. padahal syahdu tidak pernah melawan ibunya karena ia termasuk anak yang penurut.