Rabu, 31 Agustus 2016

Kembali ke Penyembuhan Alami

Masyarakat beralih ke penggunaan obat-obat kimiawi. Hal ini cukup beralasan karena selain daya kerjanya yang lebih cepat, obat buatan pabrik farmasi mudah diperoleh dan lebih berkesan modern dibandingkan obat tradisional karena umumnya diproduksi dengan teknologi canggih.


Namun belakangan ini, kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan berbagai ramuan yang berasal dari tanaman obat kian meningkat. Gejala tersebut bisa terlihat dari peningkatan sebesar 30-40% per tahun pada industri jamu di Indonesia. Kenaikan harga obat-obatan farmasi sejak krisis ekonomi menjadi pertimbangan masyarakat untuk menjatuhkan pilihan pada obat tradisional yang harganya relatif lebih terjangkau.

Berdirinya sejumlah kebun tanaman obat dan klinik herba di beberapa lokasi di Indonesia, serta himbauan dari Departemen Kesehatan untuk menjadikan obat asli Indonesia tuan rumah di negara sendiri, turut pula menambah animo masyarakat pada obat alternatif . Apalagi masyarakat mulai menyadari efek samping yang cukup mencolok akibat penggunaan obat-obatan modern, seperti kantuk dan jantung berdebar.

Memang perlu diakui bahwa efek samping obat yang berasal dari bahan alami lebih ringan – bukan tidak ada – dibandingkan obat kimia. Namun khasiat obat tradisional tidak bisa dirasakan segera oleh penggunanya, sehingga diperlukan kesabaran untuk dapat merasakan manfaatnya.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar